MACAPAT

    Macapat Madura merupakan salah satu jenis puisi tradisional Jawa Timur yang berasal dari pulau Madura, Indonesia. Puisi ini termasuk ke dalam bentuk macapat, yang merupakan bentuk puisi berbahasa Jawa dengan pola metrum dan aturan khusus. Macapat Madura banyak dipergunakan dalam kegiatan adat, ritual, maupun hiburan masyarakat Madura. Puisi ini umumnya berisi nilai-nilai moral, ajaran agama, atau cerita-cerita kehidupan sehari-hari.
    Macapat merupakan kesenian kesusastraan yang terdapat di Pulau Madura yang menceritakan tentang kisah perjalanan para Nabi dan Rasul-Nya, mulai dari masa kandungan hingga tiada. Selain itu, di dalamnya terdapat keindahan dan khazanah keislaman serta kearifan lokal karena setiap pertunjukan macapat, terkadang diiringi dengan Klenengan (gamelan). Saat ditembangkan, ritme, syair, dan liriknya syahdu saat didengarkan, sehingga pendengar bisa memetik hikmah dari setiap kisah yang dibacakan.
    Di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Bluto, Kecamatan Bluto perkumpulan Macapat ini mempertahankan warisan wali songo itu. Arti macapat adalah macah-macah yang tepat (membacakan sesuatu dengan tepat). Tepat aksara, lagu, not dan irama. Dengan demikian, istilah macah-macah (bahasa Madura) yang dibacakan dalam pertunjukan macapat, warga dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, makna yang terkandung di dalamnya merupakan norma-norma agama Islam yang di akulturasikan lewat kesenian.
    Dalam pelafalannya, Macapat Madura memiliki irama dan nada yang khas, menjadikannya menarik untuk didengar. Selain di pulau Madura, Macapat Madura juga dikenal dan dipertunjukkan di beberapa daerah di Jawa Timur. Puisi ini memiliki fungsi sosial dan kultural yang penting dalam masyarakat setempat, karena dapat digunakan sebagai media penyampaian nilai-nilai budaya dan agama, serta memperkuat identitas budaya Madura.

0 comments:

Post a Comment

Unordered List

banner here